Pertanyakan Dasar Pemecatan, Oknum PNS RSD Madani Keluarkan THL dari Grup Kerja

PEKANBARU – Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagian Umum RSD Madani Pekanbaru, inisial F alias Fitri mengintimidasi beberapa dari total 269 Tenaga Harian Lepas (THL) Non-database, yang tengah berupaya memperjuangkan nasib dampak dari pemecatan sepihak oleh rumah sakit tanpa surat resmi.

Intimidasi dilakukan lewat bujukan, tekanan untuk melemahkan THL yang saat ini tengah bereaksi memperjuangkan nasib pasca kontrak berakhir 30 Juni 2025. Menurut sumber terpercaya gaji seluruh THL RSD Madani sudah dianggarkan hingga Desember 2025 termasuk Non-database.

Salah satu dari ratusan THL yang dipecat, AR mengaku dikeluarkan dari grup kerja yang diberi nama “Non-ASN RSD Madani” hanya karena ia mengirim pesan WhatsApp yang mempertanyakan kejelasan nasib THL Non-database, bukannya menjawab oknum PNS ini langsung mengeluarkan ia dari grup.

“Atas dasar apa dia mengeluarkan saya dari grup. Saya belum terima surat pecat resmi dari Direktur Madani,” kesal AR.

Selain AR beberapa THL lain juga mendapat intimidasi berupa telepon berulang dan kiriman spam pesan di WhatsApp yang belum sempat terbaca langsung dihapus.

Merasa tidak terima dikeluarkan dari grup AR lalu menghubungi admin grup oknum PNS bernama Winda, meminta dimasukkan kembali, malah oknum tersebut memblokir nomor AR.

“Jika para PNS ini tidak bisa membantu, setidaknya jangan ikut menghambat,” cerita AR dengan nada kesal.

Sebelumnya, oknum PNS bernama Winda juga membubarkan ratusan THL Non-database yang sudah berkumpul di salah satu ruangan rumah sakit menunggu kedatangan Walikota Pekanbaru H Agung Nugroho. Namun, saat itu Walikota batal hadir. Selain itu oknum PNS tersebut juga melarang para THL mengambil gambar dan video sambil menyebut nanti viral lagi rumah sakit ini.

“Itu yang kami mau biar viral, sahut ratusan THL,” cerita AR menirukan suasana saat tersebut.

Ia berharap, Direktur RSD Madani dan BKPSDM tidak “tutup mata” terkait persoalan ini supaya pelayanan terhadap masyarakat semakin baik.

Bahkan saat ini, komentar publik terus bermunculan di media sosial mempertanyakan ketegasan Walikota Pekanbaru H Agung Nugroho membenahi tata kelola Bagian Umum atau Manajemen RSD Madani yang selama ini tidak pernah tersentuh evaluasi demi pelayanan lebih baik.

Plt Direktur RSD Madani dr Sherly Amri dihubungi melalui sambungan telepon berulang kali tidak aktif. Pesan WhatsApp juga dikirim kepada Kepala BKPSDM Kota Pekanbaru Irwan Suryadi tidak menjawab.