Haitren.id – Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dan pencapaian para alumninya, LSPR Institute of Communication and Business (LSPR Institute) melalui Keluarga Alumni LSPR (KAMI), memberikan penghargaan kepada 33 alumni berprestasi dalam ajang LSPR Alumni Award 2025.
Acara penganugerahan ini digelar dalam rangka perayaan Ulang Tahun LSPR ke-33 di Prof Dr Djajusman Auditorium & Performance Hall, LSPR Sudirman Park Jakarta, Jumat (25/7/2025).
Wakil Rektor V sekaligus Ketua KAMI LSPR Taufan Teguh Akbari PhDmenekankan, bahwa alumni bukan sekadar bagian dari institusi, tetapi merupakan “denyut hidup” yang menghidupkan dan membanggakan kampus.
“Keberhasilan alumni mencerminkan nilai-nilai konsistensi, integritas, dan semangat yang terus ditanamkan oleh LSPR. Mereka tidak hanya meraih prestasi, tetapi juga menjadi cerminan hidup dari kualitas pendidikan yang kami berikan,” ujar Taufan.
Senada dengan itu, Founder & CEO LSPR Dr HC Prita Kemal Gani MBA MCIPR APR FIPR menyampaikan, rasa bangga atas pencapaian alumni yang kini telah tampil di panggung nasional dan global.
“Alumni LSPR bukan sekadar lulusan, mereka adalah role model. Mereka membuktikan bahwa integritas, profesionalisme, dan niat untuk memberikan manfaat bagi sesama adalah kunci sukses dalam menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.
Salah satu tokoh inspiratif dalam acara ini adalah Prilly Latuconsina, alumni LSPR yang kini menjabat sebagai Founder & Chief Marketing Officer (CMO) Sinemaku Pictures.
Dalam sesi “Inspirational Career Journey”, Prilly membagikan nilai-nilai yang dibawanya selama berkuliah di LSPR. “Saya belajar banyak di LSPR, terutama saat menyelesaikan projek besar PR Project, Entrepreneur Project dan Performing Arts Communication saat berkuliah,” ungkap Prilly.
Prilly menyebut, ada lima hal yang selalu dipegang. Pertama, Passion – semangat dan kesabaran dalam menghadapi tantangan; Persistence – hasil yang maksimal membutuhkan kegigihan dan tidak mungkin dapat dicapai dalam satu malam serta dibutuhkan usaha terus menerus dan mental pantang menyerah, Patient – sabar dan bisa bekerja dalam tim, Privilege – kesehatan, kemampuan, dan bahkan masukan dari dosen adalah anugerah karena untuk membantu mahasiswa bertumbuh dan menjadi lebih baik lagi; dan Pray – Dosen LSPR mengajarkan untuk menjaga ucapan dan pikiran sebagai bentuk integritas diri.
Selain itu, CEO Voice Institute Indonesia dan Voice Over Talent Bimo Kusumo juga hadir membagikan kisah suksesnya. “Jangan pernah pelit berbagi ilmu, karena ilmu yang kita bagi akan kembali dengan cara yang tak terduga. Kesuksesan industri kreatif di Indonesia mengandalkan networking” pesannya kepada para peserta yang sebagian besar merupakan mahasiswa dan alumni muda.(rls)











